Flame war di JUG Indonesia
24
November
Sering kali saya mempertimbangkan untuk unsubscribe dari mailing list Java User Group (JUG) Indonesia karena isinya yang tidak jelas. Kebanyakan topiknya anti Microsoft, anti PHP atau random postings tidak berkualitas dari Frans Thamura, yang ironisnya adalah pendiri Java User Group Indonesia.
Satu satunya alasan kenapa saya belum unsubscribe adalah banyaknya flame war di mailing list tersebut. Flame war terakhir disulut oleh Edwin Nathaniel, anggota baru JUG Indonesia. Setelah mengirim posting jualan buku, Edwin mengirim 4 post panjang berjudul “Conclusion of Java/.Net - Desktop Application Issue”. “Hmm, it’s going to be interesting”, pikir saya waktu itu. Kata-kata macam Microsoft, .Net, PHP adalah kata-kata haram di JUG Indonesia.
Samuel Franklyn, aktifis JUG Indonesia yang terkenal dengan kekasaran dan keangkuhannya, adalah orang pertama yang menanggapi post Edwin. Round 1 begins … Seperti biasa, Samuel mengabaikan etika ber-milis dengan langsung menyerang Microsoft. “MS itu residivis/ penjahat kambuhan“, “pembuat .NET itu penjahat“, kata Samuel. Samuel juga tidak lupa menunjukkan ego dia, dengan mengatakan “Sebaiknya kamu punya pengalaman dulu selama beberapa tahun sebelum kamu buka mulut besar kamu” atau “Dasar goblok” atau “Bullshit. bullshit“. Posting Samuel ditutup dengan “KAMU PEMBOHONG BUKAN ORANG JUJUR.” Samuel, saran saya daripada seperti orang kebakaran jenggot, lebih baik bikin blog (seperti ini atau ini) untuk menunjukkan opinion atau hasil karya Anda.
Anggota JUG lain juga tidak kalah panasnya. Nanang Purwanto : “sebelum berkoar-koar ria harus lihat2 dulu”. Irwanto : ” Menurut gua(jangan kesinggung) elu ini banyak mulut, tapi ngelatur!! jadi baiknya diam aja deh!”. Ferdinand Nemand: “You’re making your self a joke”. mailindra : “Tapi gue jadi kasian banget, di amrik yang begitu banyak lowongan java, elu ngga bisa dapet.”
Menurut saya, Edwin Nathaniel itu kemungkinannya entah sengaja memancing flame war atau orang yang arogan. Kalau kemungkinan pertama, saya salut! Edwin memasukkan semua elemen yang bikin orang panas di posting dia. Selain diskusi Java vs .NET, Edwin mengaku kalau dia sekolah di luar negeri, name dropping various big companies and authors, membawa-bawa nama bapaknya yang menurut dia adalah petinggi di BCA dan menyinggung2 pacarnya yang barusan membeli laptop seharga 8 juta-an, he he. Overall, posting Edwin bernada menggurui dan kesannya adalah “saya sekolah di luar negeri jadi saya lebih baik dari Anda”. Sisi bagusnya, Edwin tidak terpancing untuk menggunakan kata-kata kasar atau menyerang pribadi seseorang jadi kesannya lebih berpendidikan dan terpelajar. Nevertheless, I have to thank Edwin for the free entertainment that I have enjoyed in the past few days! Keep up the good work





1. Oskar Syahbana | November 28th, 2006 at 7:53 am
Jadi inget flamewar di banyak milis… asyik ngeliatnya! Hahahaha
2. Edwin | January 12th, 2007 at 10:23 am
Wah, saya jangan dibikin jadi Villain nya dong ^_^. Saya kan kasih argument cewek saya beli laptop 8-10 juta untuk menunjukan bahwa laptop baru (Intel Core 2 Duo) harganya cukup terjangkau sehingga penetrasi Vista secara masal cukup memungkinkan. Soal babe saya kerja di BCA kan buat ngebalas pak Samuel kalau saya ini “tidak tahu apa-apa soal bank”. Namanya juga argument ^_^, harus disertai dengan bukti donng hehehe.
Btw, saya tidak merasa menggurui, toh saya dari awal sudah bilang kalau saya cuman share berdasarkan dari pengalaman saya pribadi hehe. Maksud saya kan kalau semisal ada anggota JUG yang mau cari kerja di luar negeri, better recognize other technology, ya ngak.
But ya terserah anda mau pandang saya gimana ^_^